Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi aktivitas gempa susulan di wilayah Maluku Utara akan mengalami penurunan signifikan dalam beberapa minggu ke depan.
Berdasarkan analisis terbaru, rangkaian gempa pasca gempa utama bermagnitudo 7,6 diperkirakan akan mereda sepenuhnya dalam kurun waktu 2 hingga 3 minggu sejak kejadian utama.
Ribuan Gempa Susulan Tercatat
Deputi Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengungkapkan bahwa hingga pemantauan terakhir, telah terjadi 1.378 gempa susulan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Tren Penurunan Aktivitas Seismik
Data harian menunjukkan tren penurunan yang konsisten.
Pada hari pertama tercatat ratusan gempa, kemudian terus menurun hingga puluhan kejadian pada hari-hari berikutnya.
Getaran Masih Bersifat Fluktuatif
Meski tren menurun, BMKG menegaskan bahwa intensitas gempa masih bersifat fluktuatif.
Artinya, getaran masih dapat dirasakan sewaktu-waktu sebelum kondisi benar-benar stabil.
Dampak Gempa dan Validasi Lapangan
Tim gabungan BMKG masih melakukan survei lapangan untuk memvalidasi dampak gempa.
Hasil sementara menunjukkan tingkat guncangan tertinggi mencapai skala VII MMI di wilayah tertentu.
Bukti Tsunami dan Peringatan Dini
Selain gempa, ditemukan jejak tsunami dengan ketinggian 0,5 hingga 1,5 meter di beberapa wilayah pesisir.
Temuan ini mengonfirmasi bahwa sistem peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG saat kejadian berjalan akurat.
Mitigasi dan Pemetaan Risiko
BMKG juga melakukan pengukuran mikrozonasi untuk memetakan kerentanan tanah terhadap likuefaksi dan longsor.
Langkah ini penting untuk mendukung upaya mitigasi bencana di masa mendatang.
Imbauan untuk Masyarakat
Pelaksana tugas Direktur Gempa dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengimbau masyarakat tetap waspada tanpa panik.
Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan untuk mengurangi risiko saat gempa susulan terjadi.
Kesimpulan
Meski aktivitas gempa menunjukkan tren penurunan, kewaspadaan tetap diperlukan hingga kondisi benar-benar stabil.
Edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Baca Juga : BMKG Catat 60 Gempa Susulan di Flores Timur
Cek Juga Artikel Dari Platform : pestanada

