Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melaporkan terjadinya puluhan gempa susulan setelah guncangan utama melanda wilayah Flores Timur.
Hingga siang hari, jumlah gempa susulan tercatat mencapai 60 kejadian, menandakan aktivitas seismik yang masih cukup tinggi di kawasan tersebut.
Gempa Dangkal Picu Guncangan Kuat
Menurut BMKG, gempa utama terjadi pada dini hari dengan magnitudo 4,7 dan kedalaman sekitar 5 kilometer.
Karakter gempa yang dangkal membuat getaran terasa lebih kuat di permukaan, terutama di wilayah terdampak.
Dipicu Aktivitas Sesar Aktif
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
Pergerakan sesar ini menjadi pemicu utama rangkaian gempa yang terus terjadi setelah guncangan awal.
Puluhan Bangunan Mengalami Kerusakan
Dampak gempa cukup signifikan, dengan puluhan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.
Sebanyak 79 rumah dan fasilitas pendidikan di wilayah terdampak mengalami kerusakan parah.
Wilayah Terdampak di Dua Pulau
Kerusakan paling banyak terjadi di Pulau Solor dan Pulau Adonara, khususnya di Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur.
Pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah kerusakan secara keseluruhan.
Data Korban Masih Didata
Hingga saat ini, informasi terkait korban jiwa masih menunggu laporan resmi dari pihak berwenang.
Proses verifikasi dilakukan oleh instansi terkait seperti BPBD setempat.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
Getaran lanjutan masih mungkin terjadi seiring dengan aktivitas sesar yang belum stabil.
Kesimpulan
Rangkaian gempa di Flores Timur menjadi pengingat akan tingginya aktivitas seismik di wilayah Indonesia.
Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang baik, risiko dampak lanjutan dapat diminimalkan.
Baca Juga : BMKG Siaga Hujan Lebat di Jatim Surabaya Waspada Petir
Cek Juga Artikel Dari Platform : suarairama

