Siswa SD Abdurrahman Bin Auf mengikuti kunjungan edukatif ke Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika untuk mempelajari cuaca, iklim, serta mitigasi bencana.
Kegiatan ini dirancang interaktif agar siswa memahami pentingnya kesiapsiagaan sejak usia dini.
🧪 Mengenal Seismograf dan Siklus Alam
Di Museum Geofisika, siswa dikenalkan pada alat seismograf dan cara kerja pencatatan gempa bumi.
Sementara di Galeri BAIK, mereka belajar tentang curah hujan, arah angin, hingga siklus hidrologi yang menjadi bagian penting dalam sistem iklim.
🌊 Simulasi Gempa Tingkatkan Pemahaman
Antusiasme siswa meningkat saat mencoba simulator gempa yang meniru peristiwa Gempa Lombok 2018.
Melalui simulasi ini, siswa dapat merasakan langsung getaran gempa sekaligus memahami bagaimana intensitas gempa berkurang seiring jarak dari pusatnya.
🎓 Materi Langsung dari Ahli BMKG
Setelah sesi eksplorasi, siswa mendapatkan materi langsung dari narasumber BMKG.
Mereka mempelajari penyebab gempa akibat pergerakan lempeng tektonik, proses terjadinya tsunami, serta pentingnya sistem peringatan dini.
☁️ Memahami Cuaca dan Iklim
Sesi ditutup dengan penjelasan mengenai perbedaan cuaca dan iklim.
Cuaca dijelaskan sebagai kondisi atmosfer jangka pendek, sementara iklim merupakan pola cuaca dalam jangka waktu panjang.
✅ Bekal Penting untuk Masa Depan
Edukasi ini menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran bencana sejak dini.
Dengan pemahaman yang tepat, siswa diharapkan lebih siap menghadapi risiko bencana di masa depan.
Baca Juga : Suhu Semarang Capai 33 Derajat, BMKG Sebut Normal
Cek Juga Artikel Dari Platform : beritakejagung

