Gempa Terjadi Pagi Hari
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melaporkan gempa bumi terjadi di Kota Kendari dan terasa hingga Kabupaten Konawe Selatan. Peristiwa ini terjadi pada pagi hari sekitar pukul 05.13 Wita.
Berdasarkan analisis awal, gempa memiliki magnitudo 2,8 dan termasuk kategori gempa kecil yang dirasakan oleh masyarakat setempat.
Lokasi dan Kedalaman Gempa
Menurut keterangan BMKG, episenter gempa berada di darat sekitar 10 kilometer tenggara Kendari. Secara geografis, gempa terletak pada kedalaman 5 kilometer.
Dengan karakteristik tersebut, gempa tergolong dangkal sehingga getarannya cukup terasa meski magnitudonya relatif kecil.
Dipicu Aktivitas Sesar
BMKG menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas Sesar Kendari North. Artinya, pergerakan struktur geologi di wilayah tersebut menjadi penyebab utama terjadinya gempa.
Oleh karena itu, kejadian ini termasuk dalam kategori gempa tektonik dangkal yang umum terjadi di daerah dengan aktivitas sesar aktif.
Tingkat Guncangan yang Dirasakan
Berdasarkan peta guncangan (shakemap), gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di Kendari. Getaran ini terasa nyata di dalam rumah dan mirip dengan getaran kendaraan berat yang melintas.
Sementara itu, di Konawe Selatan, guncangan berada pada skala II MMI, yang hanya dirasakan oleh sebagian orang dan benda ringan yang tergantung mulai bergoyang.
Tidak Ada Laporan Kerusakan
Hingga saat ini, BMKG belum menerima laporan terkait kerusakan akibat gempa tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa dampak gempa relatif kecil dan tidak menimbulkan kerugian signifikan.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Terjadi Gempa Susulan
BMKG mencatat adanya dua kali gempa susulan setelah kejadian utama. Walaupun demikian, kekuatannya masih dalam kategori ringan dan tidak menimbulkan dampak berarti.
Dengan adanya aktivitas susulan ini, masyarakat diharapkan tetap berhati-hati namun tidak perlu panik.
Imbauan untuk Tetap Tenang
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Selain itu, warga diminta hanya mengandalkan informasi resmi dari BMKG.
Dengan demikian, potensi penyebaran hoaks dapat diminimalkan dan masyarakat bisa mengambil langkah yang tepat berdasarkan informasi yang valid.
Pentingnya Informasi Resmi
BMKG menegaskan bahwa informasi terkait gempa dapat diakses melalui kanal resmi seperti situs web, media sosial, maupun aplikasi InfoBMKG. Langkah ini penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat.
Pada akhirnya, kesadaran masyarakat dalam menyaring informasi menjadi kunci dalam menghadapi situasi bencana secara bijak dan tidak panik.
Baca Juga : BMKG Prediksi El Nino Turunkan Hujan di Papua
Cek Juga Artikel Dari Platform : dailyinfo

